Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini











Rabu, 20 Maret 2019

BNN Kabupaten Kediri Perkuat Rencana Aksi P4GN di Desa

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat anti narkoba pada lingkungan masyarakat di Symphoni Hall Front One Kediri, Senin (18/03/2019). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP L. Dewi Indarwati ,Amk,SH,MM. diikuti oleh Kepala Desa yang tergolong aktif dalam kegiatan Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ( P4GN ). Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan / desa agar semakin lebih aktif dalam menggalakkan kegiatan P4GN di lingkungan masing-masing serta dapat menginduksi lingkungan disekitarnya. “Permasalahan narkoba sudah merambah ke wilayah tanpa batas, bukan hanya di perkotaan saja namun sudah memasuki pelosok pedesaan dan perkampungan dengan sasaran target tanpa pandang bulu, semua bisa terkena,” ujar AKBP Dewi. Hadir dalam kegiatan ini beberapa narasumber yang memiliki kompeten langsung terkait kegiatan desa yakni Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) & Bantuan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Bantuan Desa (DPMPD) Heru Setiawan, S.E., M.M., dan Imron Muzakki S.Psi., M.Psi, sebagai motivator dari IAIN Kediri. Menurut Heru kegiatan ini sangat diharapkan agar memperkuat kegiatan P4GN di Desa-Desa , lebih berkembang dan inovatif dalam memcegah kejahatan narkoba sesuai dalam rencana aksi P4GN yang tertuang dalam Inspres nomor 6 Tahun 2018 dan sudah ditindaklanjuti menjadi Instruksi Bupati nomor 440/789/418.62/2018 terlebih lagi diperkuat oleh Permendagri Nomor 12 Tahun 2019. Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berupa mendukung tercipatanya lingkungan bersih dari penyalahgunaan narkoba dengan menekankan kepada seluruh peserta agar memaksimalkan kegiatan P4GN yang telah termuat dalam alokasi Dana Desa . Demi turut mensukseskan Rencana Aksi P4GN , apabila mengetahui, melihat dan mendengar ada penyalahgunaan narkoba, segera hubungi kami di call center BNN Kabupaten Kediri (0354) 7415444 atau 082247566333.


Rabu, 20 Maret 2019

Faktor penyebab penyalahgunaan Narkotika

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkotika pada seseorang. Berdasarkan kesehatan masyarakat, faktor-faktor penyebab timbulnya penyalahgunaan narkotika, terdiri dari: Faktor Individu Tiap individu memiliki perbedaan tingkat resiko untuk menyalahgunakan NAPZA. Faktor yang mempengruhi individu terdiri dari faktor kepribadian dan faktor konstitusi.Alasan-alasan yang biasanya berasal dari diri sendiri sebagai penyebab penyalahgunaan NAPZA antara lain:

  1. Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau berpikir panjang mengenai akibatnya
  2. Keinginan untuk bersenang-senang
  3. Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya
  4. Keinginan untuk diterima oleh lingkungan atau kelompok
  5. Lari dari kebosanan, masalah atau kesusahan hidup
  6. Pengertian yang salah bahwa penggunaan sekali-sekali tidak menimbulkan ketagihan
  7. Tidak mampu atau tidak berani menghadapi tekanan dari lingkungan atau kelompok pergaulan untuk menggunakan NAPZA
  8. Tidak dapat berkata TIDAK terhadap NAPZA
Faktor Lingkungan Faktor lingkungan meliputi:
  1. Lingkungan Keluarga --- Hubungan ayah dan ibu yang retak, komunikasi yang kurang efektif antara orang tua dan anak, dan kurangnya rasa hormat antar anggota keluarga merupakan faktor yang ikut mendorong seseorang pada gangguan penggunaan zat.
  2. Lingkungan Sekolah --- Sekolah yang kurang disiplin, terletak dekat tempat hiburan, kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif, dan adanya murid pengguna NAPZA merupakan faktor kontributif terjadinya penyalahgunaan NAPZA.
  3. Lingkungan Teman Sebaya --- Adanya kebutuhan akan pergaulan teman sebaya mendorong remaja untuk dapat diterima sepenuhnya dalam kelompoknya. Ada kalanya menggunakan NAPZA merupakan suatu hal yng penting bagi remaja agar diterima dalam kelompok dan dianggap sebagai orang dewasa.
sumber: www.psychologymania.com


Rabu, 20 Maret 2019

Efek Negatif Pemakaian Narkoba

Sebagai contoh, untuk masyarakat di pedalaman Sumatera, mengkonsumsi daun ganja (Cannabis atau Marijuana) sebagai bumbu masakan adalah hal yang wajar. Sebab, sebagai pohon yang tumbuh liar di hutan-hutan pelosok Sumatera, seperti Aceh, tentunya dapat dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk bahan masakan keluarganya yang berfungsi sebagai penyedap.Atau bila kita pergi ke rumah sakit, maka narkoba jenis Morfin sering dipakai pihak kedokteran untuk obat kebal. Jika ada sebuah operasi untuk seorang pasien, mau tidak mau pihak rumah sakit atau tim medis akan memberikan suntik baal (kebal) agar tidak merasa sakit saat dilakukan operasi.Sebenarnya menurut definisi narkoba itu sendiri merupakan obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, sehingga dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, serta mengurangi rasa nyeri bagi pengguna.Untuk itu seyogyanya hanya dipakai oleh pihak kedokteran atau tim medis serta para peneliti di laboratorium tertentu yang berguna untuk melaporkan hasil penelitiannya pada masyarakat luas. Tetapi sayangnya, terkadang penggunaan narkoba malah disalahgunakan oleh orang atau pihak tertentu yang bukan kepentingannyaSeperti contoh, ganja yang semestinya untuk hal positif, karena disalahgunakan malah menjadi negatif dan sama sekali tidak bermanfaat. Sebab, ganja tersebut dipakai untuk bersenang-senang atau euforia sesaat dengan menghisapnya yang dibuat seperti lintingan rokok. Akibat semakin luasnya penyimpangan yang dilakukan, terutama kalangan remaja, membuat ganja dimasukkan sebagai zat terlarang yang berada dalam golongan satu dengan heroin.Hampir serupa dengan ganja, pemakaian narkoba jenis serbuk putih seperti Heroin, Kokain atau Morfin digunakan untuk bersenang-senang sesaat. Melalui efek sampingnya yang menimbulkan euforia dan halusinasi, narkoba seperti itu malah membuat penggunanya seperti orang yang tidak sadar.Atau dengan kata lain, mengkonsumsi narkoba seperti itu sama saja dengan menjerumuskan pemakainya dalam ketidakjelasan masa depan. Karena hanya senang sesaat yang didapat, namun efek ketagihan dengan bahaya latin kerusakan mental jika dikonsumsi terus menerus akan merenggut sang pemakainya.Berikut ini adalah beberapa jenis narkotika, psikotropika dan zat adiktif atau narkoba yang banyak beredar di masyarakat luas, yaitu:

  1. Ganja / Maryuana / Cannabis Sativa / Gele / Cimeng
Tumbuhan seperti ini yang bagiannya banyak dipakai seperti daun, bunga, biji dan batang, awalnya berfungsi untuk mengatasi keracunan dan penyedap bumbu masakan. Hanya saja, setelah banyak disalahgunakan, cimeng atau gele yang di masyarakat dikenal dengan bahasa slang dari arti ganja itu, dijadikan bahan campuran untuk lintingan rokok.Ciri-ciri bagi orang yang baru memakai ganja untuk pertama kali adalah:- Mata terlihat merah - Tubuh terasa lemas dan tampak kelelahan - Bola mata menjadi besar - Pikiran seperti berkunang-kunang - Ada perasaan gelisah namun dari luar terlihat senangSementara itu, efek buruk dari mengkonsumsi ganja adalah:- Daya tangkap syaraf otak berkurang - Penglihatan mata terasa kabur dan samar - Kurangnya konsentrasi - Pasokan sirkulasi darah ke jantung berkurang - Sering terlihat salah tingkah dalam aktivitas yang dilakukanSedangkan bagi pecendu yang merasa enak dalam mengkonsumsi ganja, terlihat seperti:- Rasa gembira yang berlebihan (Euforia) - Percaya diri yang meningkat pesat - Indera pendengaran lebih aktif dan peka
  1. Morfin
Morfin adalah semacam zat senyawa yang merupakan perpaduan hasil ekstraksi dari opium dengan zat kimia tertentu untuk menghilangkan rasa sakit bagi pasien yang menderita penyakit tertentu. Sejatinya, morfin dapat meminimalisir rasa sakit, mengurangi rasa lapar, dan merangsang batuk.Hanya saja efek samping yang disebabkan juga tidak kalah buruknya yang menurut hasil penelitian adalah menderita susah tidur (insomnia) dan mimpi buruk. Dewasa ini, penggunaan morfin di kalangan medis telah banyak diganti dengan obat-obatan lain yang memiliki kegunaan sama namun ramah bagi pemakainya.
  1. Heroin
Dapat disebut sebagai keturunan morfin atau opioda semisintatik dengan proses kimiawi yang dapat menimbulkan ketergantungan dan kecanduan yang berlipat ganda dibandingkan morfin. Heroin banyak dipakai para pecandunya dengan cara menyuntik heroin ke otot atau urat/ pembuluh vena di kulit, karena ketidaktahuan atau memang sengaja berbuat seperti itu untuk menimbulkan efek euforia dan histeris.
  1. Kokain
Bubuk kristal berwarna putih yang didapat dari hasil ekstraksi  dengan daun coca (erythoroxylon coca) dapat membuat rangsangan pada sambungan syaraf dengan cara diminum atau mencampurnya dengan minuman yang digunakan tim medis di dunia kedokteran.Hanya saja, setelah sampai di masyarakat luas, kokain ini disalah gunakan menjadi sejenis zat atau obat perangsang dengan cara disuntik ke pembuluh darah atau dihirup dari hidung dengan sebuah pipa kecil. Sama halnya dengan  yang dilakukan oleh suku Indian di benua Amerika, oleh penduduk setempat kokain digunakan untuk mendapat efek stimulan dalam bertempur kepada musuh-musuhnya.Akibat penggunaan dari kokain menurut penelitian hanya dirasakan sebentar saja, yaitu tidak sampai lima belas menit yang meliputi rasa senang, pede, terangsang, dan menambah tenaga serta stamina. Hanya saja setelah seperempat jam itu, maka perasaan enak akan hilang seketika dan berubah menjadi rasa lelah yang berkepanjangan. Selain itu pengguna juga dapat mengalami depresi mental dan ketagihan untuk menggunakannya lagi, lagi, dan lagi sampai mati.Efek psikologis atau mental yang didapat dari pemakaian kokain adalah:- Darah tinggi - Sulit tidur - Bola mata menjadi kecil - Nafsu makan menjadi hilang yang menyebabkan kurus - Jantung berdetak lebih cepat - Perasaan tidak menentu dan sebagainya.
  1. Shabu-shabu
Sejenis nama yang identik dengan masakan Jepang, namun shabu-shabu ini yang bernama Metamfetamina, adalah sebuah serbuk berwarna putih kristal. Awalnya dibuat pada akhir abad 20 untuk mengobati gangguan bagi penderita hiperaktifitas, yaitu seseorang yang tidak bisa diam.Tetapi seiring berjalannya waktu, shabu-shabu malah disalahgunakan dengan pemakaian yang menyimpang. Di Indonesia sendiri banyak selebritis, olahragawan dan musisi yang karirnya hancur akibat mengkonsumsi narkoba jenis ini. Shabu-shabu sendiri sejatinya adalah berbentuk pil, namun karena banyak disalahgunakan menjadi serbuk yang pemakaiannya menggunakan kertas alumunium yang dibakar dan asapnya dihisap melalui hidung dengan memakai botol kaca yang dibuat khusus bernama bong.Beberapa akibat yang dihasilkan dari Shabu-shabu adalah:- Jantung terasa berdebar-debar - Suhu badan naik - Tidak bisa tidur hingga wajah terlihat pucat - Timbul euforia yang tinggi hingga halusinasi - Nafsu makan menghilang - Gigi menjadi rapuh karena kekurangan kalsium - Dan, depresi berkepanjanganDari beberapa uraian kelima contoh jenis Narkoba tersebut, seyogyanya untuk dihindari penggunaannya. Agar, jangan sampai generasi masa depan nanti terjerumus kedalam kegelapan karena sudah menjadi pecandu yang dapat merusak mental dan akhlaknya.


Rabu, 20 Maret 2019

Tahap-Tahap Pemulihan Pecandu Narkoba

Tahap-tahap rehabilitasi bagi pecandu narkoba :1. Tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi), tahap ini pecandu diperiksa seluruh kesehatannya baik fisik dan mental oleh dokter terlatih. Dokterlah yang memutuskan apakah pecandu perlu diberikan obat tertentu untuk mengurangi gejala putus zat (sakau) yang ia derita. Pemberian obat tergantung dari jenis narkoba dan berat ringanya gejala putus zat. Dalam hal ini dokter butuh kepekaan, pengalaman, dan keahlian guna memdeteksi gejala kecanduan narkoba tersebut.2. Tahap rehabilitasi nonmedis, tahap ini pecandu ikut dalam program rehabilitasi. Di Indonesia sudah di bangun tempat-tempat rehabilitasi, sebagai contoh di bawah BNN adalah tempat rehabilitasi di daerah Lido (Kampus Unitra), Baddoka (Makassar), dan Samarinda. Di tempat rehabilitasi ini, pecandu menjalani berbagai program diantaranya program therapeutic communities (TC), 12 steps (dua belas langkah, pendekatan keagamaan, dan lain-lain.3. Tahap bina lanjut (after care), tahap ini pecandu diberikan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat untuk mengisi kegiatan sehari-hari, pecandu dapat kembali ke sekolah atau tempat kerja namun tetap berada di bawah pengawasan.Untuk setiap tahap rehabilitasi diperlukan pengawasan dan evaluasi secara terus menerus terhadap proses pulihan seorang pecandu.Dalam penanganan pecandu narkoba, di Indonesia terdapat beberapa metode terapi dan rehabilitasi yang digunakan yaitu :1. Cold turkey; artinya seorang pecandu langsung menghentikan penggunaan narkoba/zat adiktif. Metode ini merupakan metode tertua, dengan mengurung pecandu dalam masa putus obat tanpa memberikan obat-obatan. Setelah gejala putus obat hilang, pecandu dikeluarkan dan diikutsertakan dalam sesi konseling (rehabilitasi nonmedis). Metode ini bnayak digunakan oleh beberapa panti rehabilitasi dengan pendekatan keagamaan dalam fase detoksifikasinya.2. Metode alternatif3. Terapi substitusi opioda; hanya digunakan untuk pasien-pasien ketergantungan heroin (opioda). Untuk pengguna opioda hard core addict (pengguna opioda yang telah bertahun-tahun menggunakan opioda suntikan), pecandu biasanya mengalami kekambuhan kronis sehingga perlu berulang kali menjalani terapi ketergantungan. Kebutuhan heroin (narkotika ilegal) diganti (substitusi) dengan narkotika legal. Beberapa obat yang sering digunakan adalah kodein, bufrenorphin, metadone, dan nalrekson. Obat-obatan ini digunakan sebagai obat detoksifikasi, dan diberikan dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan pecandu, kemudian secara bertahap dosisnya diturunkan.Keempat obat di atas telah banyak beredar di Indonesia dan perlu adanya kontrol penggunaan untuk menghindari adanya penyimpangan/penyalahgunaan obat-obatan ini yang akan berdampak fatal.4. Therapeutic community (TC); metode ini mulai digunakan pada akhir 1950 di Amerika Serikat. Tujuan utamanya adalah menolong pecandu agar mampu kembali ke tengah masyarakat dan dapat kembali menjalani kehidupan yang produktif. Program TC, merupakan program yang disebut Drug Free Self Help Program. program ini mempunyai sembilan elemen yaitu partisipasi aktif, feedback dari keanggotaan, role modeling, format kolektif untuk perubahan pribadi, sharing norma dan nilai-nilai, struktur & sistem, komunikasi terbuka, hubungan kelompok dan penggunaan terminologi unik. Aktivitas dalam TC akan menolong peserta belajar mengenal dirinya melalui lima area pengembangan kepribadian, yaitu manajemen perilaku, emosi/psikologis, intelektual & spiritual, vocasional dan pendidikan, keterampilan untuk bertahan bersih dari narkoba.5. Metode 12 steps; di Amerika Serikat, jika seseorang kedapatan mabuk atau menyalahgunakan narkoba, pengadilan akan memberikan hukuman untuk mengikuti program 12 langkah. Pecandu yang mengikuti program ini dimotivasi untuk mengimplementasikan ke 12 langkah ini dalam kehidupan sehari-hari.


Rabu, 20 Maret 2019

PENGERTIAN NARKOBA

Narkotika dan Obat-obatan terlarang (NARKOBA) atau Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi.Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan narkotik yang berkhasia psikoaktif melalui pengaryh selektif pada susunan saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.Di bawah ini  merupakan jenis – jenis narkoba Antara lain :

  1. Opium (Heroin, Morfin)
Berasal dari kata opium, jus dari bunga opium. Opium disaripatikan dari opium poppy (papaver somniferum) dan disuling untuk membuat morfin, kodein, dan heroin. Opium digunakan berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit (mencegah batuk, diare, dll).Gejala gejala yang ditimbulkan dari penggunaan opiat
  1. Perasaan tenang dan bahagia
  2. Acuh tak acuh (apatis)
  3. Malas bergerak
  4. Mengantuk
  5. Rasa mual
  6. Bicara cadel
  7. Pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
  8. Gangguan perhatian/daya ingat
  9. Ganja
Ganja dikenal dapat memicu psikosis, terutama bagimereka yang memiliki latar belakang (gen). Ganja juga bisa memicu dan mencampuradukkan antara kecemasan dan depresiGejala yang ditimbulkan dari penggunaan ganja
  1. Rasa senang dan bahagia
  2. Santai dan lemah
  3. Acuh tak acuh
  4. Mata merah
  5. Nafsu makan meningkat
  6. Mulut kering
  7. Pengendalian diri dan konsentrasi kurang
  8. Depresi dan sering menguap/mengantuk
 
  1. Amfetamin (shabu, ekstasi
Ecstasy (methylen dioxy methamphetamine)/MDMA adalah salah satu jenis narkoba yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet. Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekurangan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama, yang sering menyebabkan kematian.Gejala-gejala dari penggunaan amfetamin
  1. Kewaspadaan meningkat
  2. Bergairah
  3. Rasa senang/bahagia
  4. Pupil mata melebar
  5. Denyut nadi dan  tekanan darah meningkat
  6. Susah tidur/insomnia
  7.  Hilang nafsu makan
 
  1. Kokain
Kokain adalah salah satu zat adiktif yang sering disalahgunakan. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan, seperti untuk meningkatkan daya tahan, stamina, mengurangi kelelahan, rasa lapar dan untuk memberikan efek euforia.Gejala yang ditimbulkan dari penggunaan kokain
  1. Gelisah dan denyut nadi meningkat
  2. Euforia/rasa gembira berlebihan
  3. Banyak bicara dan kewaspadaan meningkat
  4. Kejang dan tekanan darah meningkat
  5. Berkeringat dan mudah berkelahi
  6. Penyumbatan pembuluh darah
  7. Distonia (kekakuan otot leher)
 Penyalahgunaan Narkobabahaya sangat besar, bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga masa depan. Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan rusaknya organ tubuh selain itu juga menimbulkan penyakit yang berbahaya sulit untuk di sembuhkan, seperti kangker, paru, HIV/AIDS, hepatitis, bahkan penyakit jiwa FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA Faktor yang mendorong
  1. Pengendalian diri yang lemah
  2. Kondisi kehidupan keluarga
  3. Temperamen sulit
  4. Mengalami gangguan perilaku
  5. Suka menyendiri dan berontak
  6. Prestasi sekolah yang rendah
  7. Tidak di terima di kelompok
  8. Berteman dengan pemakai
 
  1. Faktor individual
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri-ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan Narkoba, seperti kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, murung, pemalu, pendiam dan sebagainya.
  1. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan kurang baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat, seperti komunikasi orang tua dan anak kurang baik, orang tua yang bercerai, kawin lagi, orang tua terlampau sibuk, acuh, orang tua otoriter dan sebagainya. Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
  1. Peran Remaja
Pelatihan keterampilan, kegiatan alternatif untuk mengisi waktu luang, seperti: kegiatan olah raga, kesenian, dll.
  1. Peran Orang Tua
  2. Menciptakan rumah yang sehat, serasi, harmonis, cinta, kasih sayang dan komunikasi terbuka.
  3. Mengasuh, mendidik anak yang baik.
  4. Menjadi contoh yang baik.
  5. Menjadi pengawas yang baik.


Rabu, 20 Maret 2019

Manfaat dan Bahaya Pil Dextro | Rawan disalahgunakan

Obat ini banyak disalahgunakan dan dikonsumsi remaja untuk mabuk. Kasus mengkonsumsi obat dosis tinggi jenis Dextro untuk mabuk sudah merambah di daerah ini, sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk pemilik apotek. Hal itu dinyatakan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Rusma Aswardi, di Mukomuko, Senin.Ia mengatakan, Setiap ada acara pesta pernikahan, anak-anak remaja sering mabuk dan indikasi mengunakan obat-obatan Dextro sangat kuat karena pengakuan dari mereka sendiri.Pelajar bisa membeli Dextro karena harganya murah dan sangat mudah dibeli di apotek-apotek di kota itu.Hingga kini, kata dia, obat dosis tinggi masih bebas beredar di sejumlah apotek di daerah ini, tanpa ada tindakan pengawasan baik dari pemerintah setempat maupun dinas kesehatan.obat dextroefek pil dextrokegunaan obat dextroSeharusnya, kata dia, sebelum obat dijual, harus dilakukan pemeriksaan yang menyatakan bahwa pasien positif menderita penyakit sesak napas. Bagi yang tidak ada rujukan pemeriksaan, maka mereka jangan dilayani.Memang obat ini tidak termasuk kategori narkotika dan obat-obatan terlarang, tetapi pemakaian dalam jumlah yang besar justru akan berdampak negatif dan bisa mematikan, urainya.Untuk mencegah generasi penerus rusak akibat mengkonsumsi obat-obatan tidak sesuai petunjuk dari dokter, maka perlu peraturan yang mengatur dan membatasi supaya obat-obatan dosis tinggi tidak bebas diperjualbelikan.kandungan dextrokandungan pil dextroSehingga, lanjutnya, payung hukum tersebut bisa menjadi batasan bagi pemilik apotek tidak sembaran menjual obat-obatan itu kepada remaja.Ia menerangkan, dalam proses penyusunan peraturan daerah perlu dilibatkan semua pihak seperti dinas kesehatan, kepolisian, karena dua instansi ini memiliki cara untuk membatasi dan memberikan sangsi secara hukum bagi yang mengkonsumsi dan menjual bebas.menetralisir dextro sumber : surya.co.idMenurut wikipedia Dextroamphetamine adalah obat psikostimulan yang dikenal untuk menghasilkan terjaga meningkat dan fokus serta nafsu makan menurun dan penurunan kelelahan.Dextroamphetamine adalah dextrorotatory, atau “tangan kanan”, stereoisomer dari molekul amfetamin. Molekul amfetamin memiliki dua stereoisomer; levoamphetamine dan dextroamphetamine. Nama untuk dextroamphetamine termasuk d-amfetamin, dexamphetamine, dexamfetamine, dan (S )-(+)- amfetamin, dengan nama merek untuk memasukkan Dexedrine dan Dextrostat.Garam dextroamphetamine merupakan sekitar 75% dari obat ADHD Adderall. Dextroamphetamine juga merupakan metabolit aktif dari prodrug lisdexamfetamine (VYVANSE), serta beberapa tua tersubstitusi-N prodrugs amfetamin digunakan sebagai anorectics, seperti clobenzorex (Asenlix), benzphetamine (Didrex), dan amphetaminil (Aponeuron).Dextroamphetamine digunakan untuk pengobatan ADHD dan narkolepsi.Dextroamphetamine juga dapat digunakan untuk obesitas eksogen dan pengobatan anti depresi.en.wikipedia.org


Rabu, 20 Maret 2019

Pertolongan Pertama untuk Orang Sakau Narkoba Jenis Shabu

Tahukah Anda bagaimana cara melakukan pertolongan pertama ketika orang mengalami sakau karena sabu-sabu atau narkoba? Tak banyak orang yang tahu bagaimana melakukannya. Padahal cara ini begitu penting diketahui.Sebab, pengguna sabu-sabu di Indonesia tergolong memprihatinkan. Berdasarkan data BNN, jumlah pemakai narkoba di Indonesia mencapai 3,5 juta orang pada tahun 2017 lalu. Oleh karena itu, masyarakat perlu tahu apa yang harus dilakukan pertama kali ketika mengetahui ada orang yang mengalami sakau karena narkoba.Sebelum membahas mengenai tips melakukan pertolongan pertama pada penderita yang mengalami sakau, ada baiknya mengetahui ciri-ciri orang yang mengalami sakau.

Ciri-Ciri Orang Sakau

Ada beberapa tanda atau gejala yang dialami orang sakau karena sabu. Berikut ini beberapa di antaranya

Nafsu Makan Meningkat

Ada orang yang mengalami sakau dibarengi dengan meningkatnya nafsu makan.

Mudah Marah

Orang yang mengalami sakau akan terlihat mudah mengalami perubahan mood. Tak jarang moddnya menjadi negative, seperti mudah marah.

Sulit untuk Fokus

Orang yang sedang sakau mengalami kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi . Ini juga bisa dilihat dari cara bicara yang kadang juga sering tidak nyambung.

Paranoid

Tanda orang yang mengalami sakau juga bisa dilihat dari adanya gangguan mental berupa paranoid.

Halusinisasi

Orang yang sakau juga kerap mengalami halusinasi. Penderita menganggap dirinya melihat sesuatu, sedang orang normal lainnya tidak melihat hal tersebut

Mudah Gelisah

Orang yang mengalami sakau narkoba juga bisa dilihat dari perilaku yang mudah gelisah. Tampak sekali orang ini sulit untuk bisa tenang.

Tidur Lama

Orang yang mengalami sakau juga bisa dilihat dari durasi tidurnya yang begitu lama. Melebihi waktu tidur orang normal.

Bicara Gagap

Orang yang sakau juga bisa dikenali dari cara bicaranya yang kadang gagap. Ini bisa menjadi indikasi awal dirinya mengalami sakau.

Pernafasan Tidak Teratur

Gejala lainnya orang yang tengah sakau bisa dilihat dari pola pernafasan yang tidak teratur.

Kulit Pucat

Orang yang sedang sakau juga bisa dilihat dari kulit muka yang terlihat pucat. Anda bisa mengenalinya dengan melihat wajah orang yang sedang sakau ini.

Mual atau Muntah

Kerap kali orang yang sakau juga dibarengi dengan muntah. Ini menunjukkan ada masalah pada bagian perut orang tersebut yang penyebabnya bisa karena efek dari sabu atau narkoba

Kejang

Tidak menutup kemungkinan, orang yang sakau bisa sampai mengalami kejang. Ini kondisi yang tentu saja mengkhawatirkan. Karena itu perlu dilakukan penanganan yang cepat agar kondisi tersebut tidak sampai membahayakan nyawa.

Langkah-langkah Pertolongan Pertama untuk Orang Sakau Narkoba / Sabu-Sabu

Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan ketika ada orang yang mengalami sakau karena narkoba.

1. Siapkan air panas di dalam botol

Fungsi dari air panas ini untuk menghilangkan sakit perut pada pengguna. Caranya botol berisi air panas itu bisa diletakkan pada bagian perut pengguna sehingga kondisi orang ini akan merasa lebih baik.

2. Letakkan di ruangan yang tenang.

Ketika Anda mendapati teman, saudara atau teman sedang sakau, Anda harus cari tempat yang tenang dan kemudian tempatkan orang tersebut di dalam ruangan. Dengan ruangan yang tenang, kondisi kejiwaan penderita ini bisa menjadi lebih tenang.

3. Hubungi Dokter atau Tenaga Medis

Segera cari bantuan dari tenaga medis agar bisa melakukan penanganan terhadap orang yang sedang sakau ini. Dengan penanganan yang tepat, nantinya bernagsur-angsur orang yang sakau itu akan pulih.

4. Sediakan Media Hiburan

Misalnya televisi, majalah atau radio. Dengan media hiburan itu bisa menjadi sarana pengalih perhatian bagi penderita yang sedang sakau.

5. Hindari Memberi Obat

Sebaiknya kita tidak langsung memberikan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit. Sebaiknya kita menunggu instruksi dari dokter mengenai obat yang tepat diberikan pkepada orang yang tengah sakau ini.

6. Temani

Jangan biarkan orang yang sakau sendirian. Pastikan ada selalu yang menemani untuk memastikan kondisinya dalam keadaan baik.

7. Coba Berkomunikasi

Coba untuk berbicara dengan pasien ini dengan cara yang tenang. Dengan begitu, kita bisa tahu seberapa jauh efek sakau yang dialami oleh pasien ini.Jika memungkinkan, coba tanya seberapa banyak narkoba yang dikonsumsi. Dengan begitu kita bisa mengidentifikasi apa jenis narkoba atau sabu yang digunakan oleh pasien dan nantinya hal ini bisa diberitahukan kepada tenaga medis.

8. Siapkan Ambulance

Dalam kondisi tertentu, biasanya penanganan lanjutan akan dilakukan di rumah sakit. Oleh karena itu, kita bisa mencoba mencari ambulance agar ketika dibutuhkan pasien ini bisa langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

9. Upayakan Pasien tetap tenang

Pada narkoba jenis tertentu bisa membuat orang menjadi sangat agresif. Karena itu, kita bisa coba untuk terus menenangkan pasien.

10. Lepas pakaian

Terkadang pada kasus sakau tertentu, orang tersebut akan merasa kegerahan. Untuk itu, kita bisa coba untuk melepaskan baju pasien agar kondisi tubuhnya bisa lebih dingin.

11. Pantau Terus Kondisi Pasien

Jika sampai misalnya orang yang sakau itu sampai pingsan, ini menunjukan kondisinya memburuk. Penting untuk selalu ada yang mengawasi kondisi pasien ini.

12. Percayakan pada Tenaga Media

Biarkan dokter atau tenaga medis yang membantu penanganan orang yang sedang sakau ini. Percayakan sepenuhnya pada ahlinya.

13. Hindari Mmeberi Minuman Bersodi

Hindari memberi minuman bersoda atau pun berkafein. Sebab dikhawatirkan dapat membuat kondisi pasien itu bertambah buuk.Itulah beberapa langkah yang perlu dilakukan jika mengetahui ada orang yang sedang sakau karena sabu atau narkoba. Pastikan untuk segera menghubungi tenaga medis agar kondisi pasien ini bisa cepat tertangani.


Rabu, 20 Maret 2019

PENGERTIAN NARKOBA

Narkotika dan Obat-obatan terlarang (NARKOBA) atau Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi.Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan narkotik yang berkhasia psikoaktif melalui pengaryh selektif pada susunan saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.Di bawah ini  merupakan jenis – jenis narkoba Antara lain :

  1. Opium (Heroin, Morfin)
Berasal dari kata opium, jus dari bunga opium. Opium disaripatikan dari opium poppy (papaver somniferum) dan disuling untuk membuat morfin, kodein, dan heroin. Opium digunakan berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit (mencegah batuk, diare, dll).Gejala gejala yang ditimbulkan dari penggunaan opiat
  1. Perasaan tenang dan bahagia
  2. Acuh tak acuh (apatis)
  3. Malas bergerak
  4. Mengantuk
  5. Rasa mual
  6. Bicara cadel
  7. Pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
  8. Gangguan perhatian/daya ingat
  9. Ganja
Ganja dikenal dapat memicu psikosis, terutama bagimereka yang memiliki latar belakang (gen). Ganja juga bisa memicu dan mencampuradukkan antara kecemasan dan depresiGejala yang ditimbulkan dari penggunaan ganja
  1. Rasa senang dan bahagia
  2. Santai dan lemah
  3. Acuh tak acuh
  4. Mata merah
  5. Nafsu makan meningkat
  6. Mulut kering
  7. Pengendalian diri dan konsentrasi kurang
  8. Depresi dan sering menguap/mengantuk
 
  1. Amfetamin (shabu, ekstasi
Ecstasy (methylen dioxy methamphetamine)/MDMA adalah salah satu jenis narkoba yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet. Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekurangan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama, yang sering menyebabkan kematian.Gejala-gejala dari penggunaan amfetamin
  1. Kewaspadaan meningkat
  2. Bergairah
  3. Rasa senang/bahagia
  4. Pupil mata melebar
  5. Denyut nadi dan  tekanan darah meningkat
  6. Susah tidur/insomnia
  7.  Hilang nafsu makan
 
  1. Kokain
Kokain adalah salah satu zat adiktif yang sering disalahgunakan. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan, seperti untuk meningkatkan daya tahan, stamina, mengurangi kelelahan, rasa lapar dan untuk memberikan efek euforia.Gejala yang ditimbulkan dari penggunaan kokain
  1. Gelisah dan denyut nadi meningkat
  2. Euforia/rasa gembira berlebihan
  3. Banyak bicara dan kewaspadaan meningkat
  4. Kejang dan tekanan darah meningkat
  5. Berkeringat dan mudah berkelahi
  6. Penyumbatan pembuluh darah
  7. Distonia (kekakuan otot leher)
 Penyalahgunaan Narkobabahaya sangat besar, bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga masa depan. Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan rusaknya organ tubuh selain itu juga menimbulkan penyakit yang berbahaya sulit untuk di sembuhkan, seperti kangker, paru, HIV/AIDS, hepatitis, bahkan penyakit jiwa FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA Faktor yang mendorong
  1. Pengendalian diri yang lemah
  2. Kondisi kehidupan keluarga
  3. Temperamen sulit
  4. Mengalami gangguan perilaku
  5. Suka menyendiri dan berontak
  6. Prestasi sekolah yang rendah
  7. Tidak di terima di kelompok
  8. Berteman dengan pemakai
 
  1. Faktor individual
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri-ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan Narkoba, seperti kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, murung, pemalu, pendiam dan sebagainya.
  1. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan kurang baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat, seperti komunikasi orang tua dan anak kurang baik, orang tua yang bercerai, kawin lagi, orang tua terlampau sibuk, acuh, orang tua otoriter dan sebagainya. Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
  1. Peran Remaja
Pelatihan keterampilan, kegiatan alternatif untuk mengisi waktu luang, seperti: kegiatan olah raga, kesenian, dll.
  1. Peran Orang Tua
  2. Menciptakan rumah yang sehat, serasi, harmonis, cinta, kasih sayang dan komunikasi terbuka.
  3. Mengasuh, mendidik anak yang baik.
  4. Menjadi contoh yang baik.
  5. Menjadi pengawas yang baik.


Rabu, 20 Maret 2019

Apa itu Psikotropika dan Bahayanya?

Penggunaan obat-obatan berbahaya saat ini mulai disalahartikan. Beberapa jenis zat yang mampu merangsang syaraf pusat justru sering dipakai secara sembarangan tanpa resep yang tepat. Efek halusinasi dan juga ketenangan yang diberikan obat tersebut disalahgunakan sebagai zat untuk menghilangkan depresi dan juga kesedihan. Jenis zat yang mampu memberikan efek halusinasi dan gangguan berpikir penggunanya dikenal dengan nama psikotropika. Obat tersebut bukanlah sejenis narkoba, namun efeknya juga bisa menyebabkan kecanduan yang berakhr dengan kematian. Untuk mengetahui lebih jelas tentang definisi dan bahayanya, simak ulasan singkatnya dibawah ini.Pengertian PsikotropikaPsikotropika adalah zat atau obat yang bekerja menurunkan fungsi otak serta merangsang susuan syaraf pusat sehingga menimbulkan reaksi berupa halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan perasaan yang tiba-tiba, dan menimbulkan rasa kecanduan pada pemakainya. Jenis obat-obatan ini bisa ditemukan dengan mudah di apotik, hanya saja penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. Efek kecanduan yang diberikan pun memiliki kadar yang berbeda-beda, mulai dari berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan hingga ringan.Banyak pengguna yang mengkonsumsi obat-obatan tersebut tanpa ijin dari dokter. Meski efek kecanduan yang diberikan termasuk rendah, namun tetap saja bisa berbahaya bagi kesehatan. Data menunjukkan sebagian besar pemakai yang sudah mengalami kecanduan, dimulai dari kepuasan yang didapatkan usai mengkonsumsi zat tersebut yang berupa perasaan senang dan tenang. Lama-kelamaan pemakaian mulai ditingkatkan sehingga menyebabkan ketergantungan. Jika sudah mencapai level parah, bisa mengakibatkan kematian. Penyalahgunaan dari obat-obatan tersebut juga bisa terancam terkena hukuman penjara. Karena itulah, meski beberapa manfaatnya sangat baik bagi kesehatan, namun jika berlebih dan tidak sesuai dengan anjuran dokter bisa menyebabkan efek yang berbahaya.Golongan PsikotropikaApakah Anda pernah mendengar zat Amfetamin? Ya, salah satu jenis obat-obatan tersebut nyatanya termasuk dalam jenis psikotropika. Penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter agar bisa terhindar dari kecanduan. Efek menenangkan dan memberikan rasa bahagia membuat beberapa orang sengaja menyalahgunakan zat tersebut. Padahal pemakaiannya tidak boleh sembarangan karena termasuk dalam obat terlarang. Berdasarkan pada risiko kecanduan yang dihasilkan, golongan psikotropika dibagi menjadi 4, diantaranya adalah:Psikotropika Golongan 1Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini memiliki potensi yang tinggi menyebabkan kecanduan. Tidak hanya itu, zat tersebut juga termasuk dalam obat-obatan terlarang yang penyalahgunaannya bisa dikenai sanksi hukum. Jenis obat ini tidak untuk pengobatan, melainkan hanya sebagai pengetahuan saja. Contoh dari psikotropika golongan 1 diantaranya adalah LSD, DOM, Ekstasi, dan lain-lain yang secara keseluruhan jumlahnya ada 14. Pemakaian zat tersebut memberikan efek halusinasi bagi penggunanya serta merubah perasaan secara drastis. Efek buruk dari penyalahgunaannya bisa menimbulkan kecanduan yang mengarah pada kematian jika sudah mencapai level parah.Psikotropika Golongan 2Golongan 2 juga memiliki risiko ketergantungan yang cukup tinggi meski tidak separah golongan 1. Pemakaian obat-obatan ini sering dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Penggunaannya haruslah sesuai dengan resep dokter agar tidak memberikan efek kecanduan. Golongan 2 ini termasuk jenis obat-obatan yang paling sering disalahgunakan oleh pemakaianya, misalnya adalah Sabu atau Metamfeamin, Amfetamin, Fenetilin, dan zat lainnya yang total jumlahnya ada 14.Psikotropika Golongan 3Golongan 3 memberikan efek kecanduan yang terhitung sedang. Namun begitu, penggunaannya haruslah sesuai dengan resep dokter agar tidak membahayakan kesehatan. Jika dipakai dengan dosis berlebih, kerja sistem juga akan menurun secara drastis. Pada akhirnya, tubuh tidak bisa terjaga dan tidur terus sampai tidak bangun-bangun. Penyalahgunaan obat-obatan golongan ini juga bisa menyebabkan kematian. Contoh dari zat golongan 3 diantaranya adalah Mogadon, Brupronorfina, Amorbarbital, dan lain-lain yang jumlah totalnya ada 9 jenis.Psikotropika Golongan 4Golongan 4 memang memiliki risiko kecanduan yang kecil dibandingkan dengan yang lain. Namun tetap saja jika pemakaiannya tidak mendapat pengawasan dokter, bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya termasuk kematian. Penyalahgunaan obat-obatan pada golongan 4 terbilang cukup tinggi. Beberapa diantaranya bahkan bisa dengan mudah ditemukan dan sering dikonsumsi sembarangan. Adapun contoh dari golongan 4 diantaranya adalah Lexotan, Pil Koplo, Sedativa atau obat penenang, Hipnotika atau obat tidur, Diazepam, Nitrazepam, dan masih banyak zat lainnya yang totalnya ada 60 jenis.Bahaya dan Efek PsikotropikaMeski memberikan efek kecanduan, namun penggunaan zat-zat tersebut diperbolehkan asalkan sesuai dengan resep dokter. Namun sayang, saat ini pemakaiannya justru berlebih dan melewati dosis normal sehingga manfaat yang diberikan justru memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Ada banyak bahaya dan efek penyalahguaan psikotropika, beberapa diantaranya adalah:StimulanFungsi tubuh akan bekerja lebih tinggi dan bergairah sehingga pemakainya lebih terjaga. Kerja organ tentu menjadi berat dan jika si pemakai tidak menggunakan obat-obatan tersebut, badan menjadi lemah. Efek kecanduan ini menyebabkan penggunanya harus selalu mengkonsumsi zat tersebut agar kondisi tubuh tetap prima. Contoh stimulan yang sering disalahgunakan adalah ekstasi dan sabu-sabu.HalusinogenIni adalah efek yang sering dialami oleh pemakai dimana persepsinya menjadi berubah dan merasakan halusinasi yang berelebihan. Contoh zat yang memberikan efek halusinogen salah satunya adalah ganja.DepresanEfek tenang yang dihasilkan disebabkan karena zat tersebut menekan kerja sisten syaraf pusat. Jika digunakan secara berlebihan, penggunanya bisa tertidur terlalu lama dan tidak sadarkan diri. Bahaya yang paling fatal adalah menyebabkan kematian. Contoh zat yang bersifat depresan salah satunya adalah putaw.Undang-undang Narkotika dan Psikotropika Psikotropika tidak sama dengan Narkotika, hal tersebut sesuai dengan isi pasal 1 angka 1 UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika yang menyatakan bahwa Psikotropika merupakan sebuah zat atau obat baik yang bersifat alamiah maupun buatan yang bukan narkotika. Khasiatnya bersifat psikoaktif yang mana menyebabkan perubahan aktivitas mental serta perilaku.Sementara pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyatakan bahwa jenis psikotropika golongan 1 dan 2 dicabut dan ditetapkan sebagai narkotika golongan 1.


Rabu, 20 Maret 2019

Bagaimana Sih Mengenali Ciri Pecandu Ganja?

Ganja merupakan salah satu jenis Narkoba yang paling banyak disalahgunakan di Indonesia. Iklim negara kita sangat cocok dengan pertumbuhan komoditas tanaman bergerigi ini terutama di Aceh dan Sumatra Utara sehingga tidak begitu sulit untuk mencarinya.Namun bagi orang awam terutama pelajar, tak mudah untuk mengetahui ciri-ciri pengguna narkoba golongan I tersebut. Padahal dengan mengetahui ciri-cirinya, antisipasi dini bisa dilakukan yakni dengan membatasi pergaulan dengan orang-orang yang menjadi penyalahguna Narkoba itu.Hal itu mengemuka saat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Serdang Bedagai menggelar kegiatan Penyuluhan Tatap Muka bagi Pelajar di SMK Swasta Alwashliyah 12 Sei Rampah, Kamis (21/5/2015). Para peserta penasaran dengan ganja dan ingin tahu lebih banyak tentang Narkoba tersebut. Salah satu peserta yakni Eka Yolanda mempertanyakan bagaimana dirinya sebagai seorang pelajar bisa mengetahui ciri-ciri pengguna ganja. Apakah ciri-ciri penyalahguna ganja bisa diketahui secara kasat mata? tanya dia.Menanggapi pertanyaan Eka, narasumber yang tampil pada kegiatan tersebut yakni Jusuf Bangun S.Kep mengatakan bahwa penyalahguna Narkoba jenis ganja umumnya menjadi depresi dan berhalusinasi. Hal ini sesuai dengan efek THC yang dikandung ganja yakni mempunyai sebagai depresan juga halusinogen.Pecandu ganja umumnya terlihat seperti orang depresi dengan ciri muka yang selalu mengantuk, suka menyendiri, anti sosial, tak peduli dengan penpilan dan jalan sempoyongan. Biasanya terjadi perubahan sifat yang drastis misalnya saja selama ini ramah, tiba-tiba menarik diri dari pergaulan, ungkapnya.Pada orang dengan kondisi sudah kecanduan berat, efek yang ditimbulkan THC menjadi lebih parah yakni sering berhalusinasi. Jika tidak dilakukan penanganan secara tepat yakni direhabilitasi maka si pencadu bisa mengalami gangguan jiwa. Karena itu, sebelum terlambat sebaiknya penyalahguna ganja dibawa ke Balai Rehabilitasi agar bisa dipulihkan.Sehubungan dengan Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba, BNN membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pecandu yang ingin bertobat. Mereka tidak akan dikenakan biaya apapun, tambah Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kab. Serdang Bedagai, Janter Sinambela M.Si. (Esdras)


Rabu, 20 Maret 2019

Faktor penyebab penyalahgunaan Narkotika

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkotika pada seseorang. Berdasarkan kesehatan masyarakat, faktor-faktor penyebab timbulnya penyalahgunaan narkotika, terdiri dari: Faktor Individu Tiap individu memiliki perbedaan tingkat resiko untuk menyalahgunakan NAPZA. Faktor yang mempengruhi individu terdiri dari faktor kepribadian dan faktor konstitusi.Alasan-alasan yang biasanya berasal dari diri sendiri sebagai penyebab penyalahgunaan NAPZA antara lain:

  1. Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau berpikir panjang mengenai akibatnya
  2. Keinginan untuk bersenang-senang
  3. Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya
  4. Keinginan untuk diterima oleh lingkungan atau kelompok
  5. Lari dari kebosanan, masalah atau kesusahan hidup
  6. Pengertian yang salah bahwa penggunaan sekali-sekali tidak menimbulkan ketagihan
  7. Tidak mampu atau tidak berani menghadapi tekanan dari lingkungan atau kelompok pergaulan untuk menggunakan NAPZA
  8. Tidak dapat berkata TIDAK terhadap NAPZA
Faktor Lingkungan Faktor lingkungan meliputi:
  1. Lingkungan Keluarga --- Hubungan ayah dan ibu yang retak, komunikasi yang kurang efektif antara orang tua dan anak, dan kurangnya rasa hormat antar anggota keluarga merupakan faktor yang ikut mendorong seseorang pada gangguan penggunaan zat.
  2. Lingkungan Sekolah --- Sekolah yang kurang disiplin, terletak dekat tempat hiburan, kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif, dan adanya murid pengguna NAPZA merupakan faktor kontributif terjadinya penyalahgunaan NAPZA.
  3. Lingkungan Teman Sebaya --- Adanya kebutuhan akan pergaulan teman sebaya mendorong remaja untuk dapat diterima sepenuhnya dalam kelompoknya. Ada kalanya menggunakan NAPZA merupakan suatu hal yng penting bagi remaja agar diterima dalam kelompok dan dianggap sebagai orang dewasa.
sumber: www.psychologymania.com


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA TIMUR

374

Total Kasus Narkoba

479

Total Tersangka Kasus Narkoba

641

Total Pasien Penyalahgunaan

5,380

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

12,701,425

Jumlah Sebaran Informasi